Teya Salat
ADAB HADIR DALAM MAJLIS MANAQIBAN

Telah bersabda Nabi saw:

dzikrush shòlihìn kaffàrotun 'anidz dzunùbi wa 'ingda dzikrish shòlihìna tangzulur rohmatu wa tahshulul barokatu.

"Mengingat-ingat orang yang sholeh dapat menjadi kifarat untuk menebus dosa. Dan ketika sedang dalam kondisi mengingat-ingat orang yang sholeh tersebut, maka diturunkan oleh Allah swt rohmat, serta dapat menghasilkan barokah".
(HR.Ahmad-Thobroni).

Yang dimaksud dengan dzikrush sholihin adalah manaqib, karena di dalam manaqib ada kegiatan mengingat-ingat riwayat, karomat dan wasiatnya orang yang sholeh tersebut.

Jadi manaqib adalah:

1) Alat untuk menebus dosa.

2) Alat untuk menerima dan mengumpulkan kucuran Rohmat Allah swt.

3) Alat untuk menghasilkan suatu berkah.

Telah berkata Syekh Mursyid Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin: "Apabila sedang mengikuti suatu manaqib, maka harus seperti sedang Wukuf di Arofah".

Arti wukuf adalah DIAM. Jadi untuk menghasilkan tiga alat di dalam manaqib tersebut, harus dengan cara wukuf, yaitu diamnya 7 indra dari anggota badan, yaitu:

(1) telinga tidak mendengarkan suara kecuali suara dari bacaan-bacaan yang dibacakan dalam manaqib.

(2) mata dipejamkan.

(3) hidung bernafas keluar dan masuknya harus diiringi dengan dzikir khofi.

(4) mulut tidak bersuara, kecuali ketika sedang membacakan bacaan-bacaan dalam manaqib.

(5) tangan tidak memegang kecuali alat-alat manaqib.

(6) perut tidak diisi oleh makanan atau minuman ketika sedang berjalan acara manaqib.

(7) kaki dalam posisi diam, baik dengan duduk ataupun berdiri.

Dan yang paling utama adalah HATI harus dalam bertawajuh (berdzikir kepada Allah swt).

***