Dios Puede Cambiarte La Vida

PRAKTEK SHOLAT FARDHU

Sesudah mempunyai air wudhu' dan siap untuk solat, maka kita segera dapat memulainya dengan urutan sebagai berikut.

1. Berdiri Tegak Lurus

Berdiri tegak lurus dengan menghadap ke arah kiblat, disertai dengan niat:

"Usalli fardhu... (Shubhi/Zhuhri/Asri/Maghribi/'Isyaa-i) rok'ataini (untuk yang 2 roka'at (tsalatsa roka'aatim/untuk yang 3 roka'at) (arba'a roka'aatim/untuk yang 4 roka'at) fardlu lillahii ta'ala".

"Aku solat...(shubuh, misalnya), dua roka'at wajib kerana Allah".

Catatan:

Bilangan roka'at pada sholat:

1) Shubuh 2 roka'at.

2) Zhuhur 4 roka'at.

3) Ashar 4 roka'at.

4) Maghrib 3 roka'at.

5) Isya 4 roka'at.

2. Takbiratul Ihram

Takbiratul Ihram dilakukan dengan mengangkat kedua tangan sampai menyentuh telinga diiringi dengan membaca: Allahhu Akbar (Allah Maha Besar) (1x) Ucapan "Allahhu Akbar" disebut Takbiratul Ihram (hukumnya wajib) kemudian pada saat peralihan gerak atau sikap, sangat dianjurkan mengucapkan takbir "Allahhu Akbar". Yang perlu diperhatikan, apabila takbir dilakukan dalam keadaan berdiri, maka sebaiknya pengucapan takbir ini disertai dengan mengangkat kedua tangan seperti pada sikap takbiratul ihram. Dan apabila perpindahan gerak atau sikap terjadi dalam keadaan duduk, maka ucapan takbir tidak perlu disertai dengan mengangkat kedua tangan. Semua ucapan takbir dalam shalat hukumnya sunnat, kecuali takbir yang pertama yaitu takbiratul ihram.

3. Doa Iftitah

Selesai membaca takbiratul ihram, tangan langsung disedekapkan ke dada. Yang kanan menghimpit tangan kiri, pergelangan sejajar dengan pergelangan. Kemudian membaca doa iftitah (doa permulaan dan atau doa pembuka) yaitu:

Innii wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wamaa ana minal musyrikiin. Inna salaati wa nusukii wa mahyaayaa wa mamaatii lillaahi rabbil 'aalamiin. Laa syariikalahu wa bizdaalika umirtu wa ana minal muslimin.

"Aku hadapkan wajahku kepada Allah yang menjadikan langit dan bumi, dengan keadaan suci lagi berserah diri; dan aku bukanlah dari golongan orang- orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, matiku hanya semata-mata bagi Allah, Tuhan Semesta alam. Tidak ada sekutu baginya, demikian akau diperintahkan, dan aku adalah termasuk kedalam golongan orang-orang yang berserah diri".

Membaca do'a iftitah hukumnya sunnat. (Selain doa tersebut di atas, masih ada doa'a-do'a iftitah yang lain yang biasa juga dibaca oleh Rasulullah s.a.w.).

4. Ta'awwudz

Selesai membaca do'a iftitah, lalu membaca "ta'awwudz". Bacaan t'awwudz hukumnya sunnat. Lafazhnya yaitu:

A'uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim

"Aku berlindung kepada Allah
dari kejahatan setan yang terkutuk".

5. Al-Fatihah

Sesudah ta'awwudz, lalu membaca surah Al Fatihah.

Membaca surah Al Fatihah pada setiap rakaat solat (wajib/ sunnah) hukumnya wajib.

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillaahi rabbil'aalamin. Arahmaanirrahiim. Maaliki yawmiddiin. Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shirathal ladziina an'amta alaihim gahiril maghdhuubi'alaihin waladh
dhaalliin.
Aaamiin.

"Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah yang memelihara sekalian Alam. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Yang merajai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami meyembah dan hanya kepada-Mu saja kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang
lurus, yaitu jalan mereka yang Engkau beri ni'mat, bukan jalan mereka yang engkau murkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Kabulkanlah permohonan kami,ya Allah!".

Sesudah membaca Al Fatihah pada rakaat pertama dan kedua pada solat wajib, kita disunnatkan membaca surah-surah atau ayat yang lain.

Pada rakaat selanjutnya yaitu ketiga dan/atau keempat, kita hanya diwajibkan membaca AlFatihah saja, sedangkan pembacaan surah atau ayat lainnya tidak diwajibkan.

Surah- surah atau ayat-ayat Al Quran yang diinginkan dapat saja kita pilih diantara sekian banyak surah dari Al Quran.

Sebaiknya usahakanlah tetap membaca surah atau beberapa ayat Al Quran sesudah al Fatihah pada rakaat pertama dan kedua (pada solat wajib).

6. Ruku

Di dalam ruku membaca:

1) Subhaana rabbiyal azhim (3x)

"Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung".

atau

2) Subhaanakallahumma rabbanaa wa bihamdika allaahummaghfirlii

"Maha suci Engkau ya Allah, ya Tuhan Kami, dengan memuji Engkau ya Allah, ampunilah aku".

*Boleh dipilih salah satu di antara kedua do'a tersebut.

7. I'tidal

I'tidal atau bangun dari ruku seraya mengangkat kedua tangan sambil membaca:

Sami'allaahu liman hamidah. Rabaanaa walakal hamdu.

"Maha mendengar Allah akan pujian orang yang memuji- Nya. Ya Tuhan kami, untuk-Mu lah segala puji".

Bagi orang yang telah lancar bacaannya, maka pujian bangun dari ruku dapat diperpanjang dengan:

Mil-ussamaawaati wa mil ul ardhi wa mil-umaa syi'ta min sya-in ba'du".

"Untuk- Mu lah segala puji sepenuh langit dan bumi dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki".

8. Sujud Pertama

Bacaan dalam sujud:

Subhaana rabbiyal a'la (3x)
"Mahasuci Tuhanku Yang Maha Tinggi".

Atau boleh juga membaca pujian seperti pujian No. 2 dalam ruku yaitu: Subhaanakallaahum ma rabbanaa wa bihamdika Allaahummaghfirlii (Mahasuci Engkau ya Allah, ya Tuhan kami, dengan memuji Engkau ya Allah, ampunilah aku).

9. Duduk Diantara Dua Sujud

Ketika duduk diantara dua sujud membaca:

Allaahummaghfirlii, warhamnii, wajburnii, wahdinii, warzuqnii.

"Ya Allah, ampunilah hamba, kasihanilah hamba, cukupilah hamba, tunjukilah hamba, dan berilah hamba rizki".

Atau boleh juga membaca:

"Rabbighfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa'nii, warzuqnii, wahdinii, wa'afinii, wa'fu'annii.

"Wahai Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, ber rizqilah aku, tunjukilah aku, sehatkanlah aku, dan maafkanlah segala kesalahanku".

10. Sujud Kedua

Bacaan dalam sujud kedua, sama dengan bacaan dalam sujud pertama yaitu:

Subhaana rabbiyal a'la (3x).

"Mahasuci Tuhanku yang Maha Tinggi".

Bacaan-bacaan dalam ruku, i'tidal, sujud, dan ketika duduk diantara dua sujud dalam solat, semuanya sunat (tidak wajib) yang amat dianjurkan.

11. Berdiri Pada Rakaat Kedua

Sikap berdiri pada rakaat kedua sama dengan sikap berdiri pada rakaat pertama, yaitu dengan bersedekap tangan ke dada, yang kanan di atas yang kiri, mulai dengan membaca ta'awwudz: A'uudzu billaahi minasy syaithaanirrajiim (Aku berlindung kepada Allah dari kejahatan syaithan yang terkutuk.), kemudian diteruskan dengan membaca surah Al-Fatihah.

Sesudah membaca Al- Fatihah, kembali pada rakaat kedua ini dianjurkan untuk membaca pula satu surah atau beberapa surah atau ayat-ayat suci Al Quran, kemudian kembali melakukan ruku.

Ruku di Rakaat Kedua, sikap dan bacaan ruku sama dengan sikap dan bacaan pada ruku di rakaat pertama.

Bangun dari Ruku sama dengan I'tidal pada rakaat pertama, bangkit serta mengangkat kedua tangan seraya membaca do'a i'tidal.

Sujud Pertama pada Rakaat Kedua dan bacaanya di dalam sujud ini sama
dengan bacaan pada sujud di rakaat pertama.

Duduk Diantara Dua Sujud dan Bacaan doanya pada rakaat kedua sama dengan bacaan pada rakaat pertama.

Sujud Kedua Pada Rakaat Kedua sama juga dengan sikap dan bacaan pada
sujud-sujud sebelumnya.
12. Duduk Tahiyyat Awal
(Tawarruk)

Sikap duduk pada tahiyyat pertama (Tawarruk), keadaannya sama ketika duduk antara dua sujud menduduki kaki kiri, sedang kaki kanan tegak dengan jarijari kaki menghadap kiblat).

13. Bacaan Tahiyyat Awal

Bacaan ketika tahiyyat awal ialah:

At tahiyyaatu lillaah, wash shalawaatu waththayibaatu.

"Semoga kehormatan untuk Allah, begitu pula segala do'a dan semua yang baik- baik".

Assalaamu'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh.

Salam sejahtera untukmu wahai para Nabi, dan rahmat Allah serta barakah- Nya".

Assalaamu'alainaa wa'ala ibaadillahis shaalihiin.

"Salam sejahtera untuk kami dan untuk para hamba Allah yang saleh.

Asyhadu anlaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuuluh.

"Aku bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah, dan bahwa sesungguhnya Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul-Nya".

"Allaahumma shalli 'alaa Muhammad"

"Ya Allah, berikanlah keselamatan kepada Muhammad".

14. Tahiyyat Akhir
(Iftirasy)

Lain dengan sikap duduk pada tahiyyat kedua atau tahiyyat akhir (iftirasy), kaki kanan ditegakkan dengan jari-jari kaki menghadap ke arah kiblat).

Bacaan tahiyyat dibaca dengan sempurna (sebagaimana bacaan pada tahiyyat awal) sampai "hamiidun majiid".
majiid".

15. Bacaan Sholawat Pada Tahiyyat Akhir.

Allaahumma shalli 'alaa Muhammadin wa'alaa aali Muhammadin, kamaa shallaita 'alaa Ibraahim wa'alaa aali Ibrahim, wa baarik 'alaa Muhammadin, kama baarakta 'alaa Ibrahiima wa'alaa aali Ibraahima, fil 'aalamiina innaka hamiidun majiid.

"Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, dan berilah berkat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau memberi berkat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Mulia".

16. Memberi Salam

Memberi salam adalah menoleh ke kanan dan ke kiri, ketika telah selesai membaca tahiyyat akhir, dengan membaca:

Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh

"Salam sejahtera untukmu, rahmat Allah dan berkat-Nya",

Sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.

Perhatian: Ketika membaca tasyahhud (asyhadu..) dalam tahiyyat, telunjuk kanan digerakkan ke atas bagai meyakinkan bahawa Allah itu hanya Esa.

***


Landing page builder