Snack's 1967
Selasa, 4 Mei 2011
SHALAT JENAZAH
Fardu Kifayah
Syarat-syaratnya:
1. Jenazah sudah dimandikan dan dikafani.
2. Letak jenazah sebelah kiblat didepan yang menshalati.
3. Suci dari hadas dan najis baik badan, pakaian dan tempat.

Rukun dan cara mengerjakannya:
Shalat jenazah tanpa ruku dan sujud juga tanpa iqamah.

a. Niat
Lafal niat untuk jenazah laki-laki sebagai berikut:
ushalli 'alaa haadzal mayyiti arbaâ'a takbirootin fardlal kifaayati (ma'muman/imaman) lillahi ta'alaa
Artinya:
"Aku niat shalat atas mayat ini empat takbir fardu kifayah (makmum/imam) karena Allah".

Lafal niat untuk jenazah perempuan sebagai berikut:
ushalli 'alaa haadzihil mayyiti arba'a takbiraatin fardlal kifaayati (ma'muman/imaman) lillahi ta'alaa".
Artinya:
"Aku niat shalat atas mayat ini empat takbir fardu kifayah (makmum/imam) karena Allah".

b. Setelah niat, dilanjutkan takbiratul ihram: "Allahu Akbar".

Setelah itu membaca surat Fatihah, kemudian disambung dengan takbiratul ihram kedua: "Allahu Akbar".

c. Setelah takbir kedua membaca shalawat atas nabi Muhammad saw. Minimal:
allohumma Shalli 'alaa Muhammad
Artinya:
"Yaa Allah berilah salawat atas nabi Muhammad".

d. Kemudian takbir ketiga disambung dengan do'a, minimal sebagai berikut:
allohhummaghfir lahu warhamhu wa'aafihi wa'fu anhu.
Artinya:
"Yaa Allah, ampunilah dia, berilah rahmat, kesejahteraan dan ma'afkanlah dia".

Apabila jenazah yang dishalati itu perempuan, maka bacaan Lahuu diganti dengan Lahaa. Jika mayatnya banyak maka bacaan Lahuu diganti dengan Lahum.

e. Setelah itu takbir ke empat, disambung dengan do'a, minimal:
allohumma la tahrimnaa ajrohu walaa taftinna ba'dahu waghfirlanaa walahu.
Artinya:
"Yaa Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepadanya atau janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya, dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, serta ampunilah kami dan dia".

f. Salam.
SHALAT GHAIB
Fardu Kifayah
Yaitu shalat jenazah tetapi tidak di hadapan jenazah (jenazahnya berada ditempat lain atau sudah dimakamkan).

Niatnya:
ushollii ‘alal mayyitil ghoo’ibi arba’a takbiirootim fardhol kifaayati (ma’muuman / imaaman) lillaahi ta’aalaa.
Atau dengan menyebutkan nama si mayat (apabila mengetahui namanya) :
usholli 'alaa mayyiti...(nama si mayit)...alghooibi arba'a takbirootin fardlol kifaayati lillahi ta'alaa.
Artinya:
"Aku niat shalat gaib atas mayat (fulanin) empat takbir fardu kifayah (makmum / imam) karena Allah".

Syarat, rukun dan tatacara shalat ghaib sama dengan shalat jenazah.

Do'a
Sesudah salam secara bersama-sama membaca surat Fatihah, lalu dilanjutkan dengan imam membaca doa:
bismillaahirohmanirrahiim allohumma sholli alaa sayyidinaa Muhammadin wa alaa aali sayyidinaa Muhammad. allaahumma bi haqqil Fatihah. i tiq riqaabanaa wa riqaaba haadzal mayyiti (haadzihil mayyitati) minan-naar 3x. alloohumma anzilir rohmata walmagfirota alaa haadzal mayyiti (haadzihil mayyitati) waj al qabrahu(haa) raudhotan minal jannah. wa laa taj alhu lahu (lahaa) hufrotam minan niiroon. wa shallalloohu alaa khoiri kholqihi sayyidinaa Muhammadin wa aalihii wa shohbihii ajma iina walhamdu lillaahi rabbil aalamiin.
Artinya:
"Ya Allah, curahkanlah rahmat atas jungjunan kami nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad. Ya Allah, dengan berkahnya surat Al-Fatihah, bebaskanlah dosa kami dan dosa mayit ini dari siksa api neraka. Ya Allah, curahkanlah rahmat dan berilah ampunan kepada mayit ini. Dan jadikanlah tempat kuburnya tempat nyaman dari surga dan janganlah Engkau menjadikan kuburnya itu lubang jurang neraka. Dan semoga Allah memberi rahmat kepada semulia-mulia makhluk- Nya yaitu jungjunan kami Nabi Muhammad dan keluarganya serta sahabat-sahabatnya sekalian, dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam".
©Ghoets68~2011